Selasa, 02 Juni 2015

Hakikat Paragraf



Makalah kelompok v

HAKIKAT PARAGRAF

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah: Bahasa Indonesia
Dosen: Dra. Siti Muawanah, M.Pd.I




Disusun oleh:
Achmad Rifa'i
1402110442
M. Hasan Fauzi
1402110445




INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
FAKULTAS SYARI'AH
PROGRAM STUDI AL AHWAL AL SYAKHSHIYYAH
TAHUN 1436 H/ 2015 M

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Taufik, serta Hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi  Muhammad SAW yang telah banyak memberikan inspirasi kepada penulis sehingga makalah yang berjudul “Hakikat Paragraf” dapat hadir di tengah-tengah kita. Kami sadar bahwa dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan, sebagaimana kata pepatah “tiada gading yang tak retak”, sehingga penulis sangat berharap pembaca dapat memberikan kritik dan sarannya guna membangun penyempurnaan makalah ini, sehingga di harapkan dapat menjadi sumber acuan pembelajaran kedepannya.
 Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia, yakni Dra. Siti Muawanah, M.Pd.I atas ketersediaan menuntun penulis dalam penulisan makalah ini.
 Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah ikut membantu dalam penyusunan dan pengumpulan data dalam makalah ini. Tanpa bantuan teman-teman semua tidak mungkin makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
                                                                         Palangka Raya,     Maret 2015


                                                                        Penulis

DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Bahasa berdasarkan penggunaanya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa lisan merupakan bahasa yang sering digunakan dalam keseharian manusia dalam berkomunikasi. Selain bahasa lisan, perlu juga bahasa tulisan. Bahasa tulisan yang merupakan bahasa kewajiban bagi seseorang yang ingin menyampaikan idenya dalam sebuah karya tulis terutama dalam dunia Akademik. Hal ini dapat terlihat dari kewajiban sivitas Akademika yang dituntut untuk menulis karya ilmiah. Dalam bahasa tulis, tidak dapat dihindarkan dengan yang namanya paragraf. Paragraf yang merupakan unsur terpenting dalam sebuah karya tulis. Namun, sebagian dari kita kerap kali kurang memahami dan melupakan kaidah-kaidah atau hakikat paragraf, sehingga kita jumpai penulisan yang tidak beraturan atau bahkan bisa jadi berantakan.
Untuk itu, kami berusaha menyajikan karya tulis ilmiah ini, dengan harapan akan memberikan wawasan dalam hal hakikat paragraf. sehingga Dari pengetahuan itu dapat diterapkan dalam menulis sebuah karya tulis.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Bagaimana Hakikat Paragraf?
2.      Apa saja Macam-macam Paragraf?
3.      Apa fungsi dari Paragraf?

C.    Tujuan Penulisan

Dalam penulisan makalah ini, selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia lebih lanjut bertujuan untuk menambah Khazanah keilmuan tentang:
1.      Hakikat Paragraf
2.      Macam-macam Paragraf
3.      Fungsi dari Paragraf

D.    Batasan Masalah

Mengingat begitu luasnya materi maupun hal-hal yang berhubungan dengan rumusan masalah diatas, maka penulis membatasi pembahasan ini sesuai yang terdapat dalam rumusan masalah. Mengenai hal lain yang tidak memiliki hubungan dengan hal-hal yang tercantum pada rumusan masalah diatas tidak penulis uraikan pada makalah ini.

E.   Metode Penulisan

Metode yang penulis gunakan untuk menulis makalah ini adalah pustaka (library) dan penelusuran internet (internet search). Artinya, data-data yang penulis dapatkan berasal dari buku-buku dan internet.










                                                                 

BAB II

PEMBAHASAN


A.  Hakikat Paragraf

1.      Pengertian Paragraf
Paragraf atau alinea didefinisikan secara bermacam-macam, mulai dari yang sederhana hingga yang cukup terperinci.[1] Paragraf dalam arti sederhana didefinisikan sebagai karangan mini. Dikatakan sebagai karangan mini karena sesungguhnya segala sesuatu yang lazim terdapat di dalam karangan atau tulisan, yang sesuia dengan prinsip dan tata aturan dalam karang-mengarang, terdapat pula dalam sebuah paragraf. Sedangkan dalam arti terperinci, paragaraf diartikan sebagai suatu bahasa tulis dari beberapa kalimat. Kalimat-kalimat di dalam paragraf itu harus disusun secar runtut dan sistematis, sehingga dapat dijelaskan hubungan antara kalimat yang satu dan kalimat yang lainnya.[2]
Sementara itu, menurut Siti Muawanah dalam bukunya yang berjudul "Bahan Ajar Bahasa Indonesia Jurusan Syari'ah" mendefinisikan paragraf sebagai: 
"...(1) paragraf adalah karangan mini. Artinya, semua unsur karangan yang panjang ada dalam paragraf. (2) Paragraf adalah satuan bahasa tulis yang terdiri beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun secara lengkap, utuh, dan padu. (3) Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang ten: dari sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi  dengan pikiran utama sebagai pengendalinya dan pikiran penjelas sebagai pendukung. (4) Paragraf yang terdiri atas stu kalimat berarti tidak menunjukkan ketuntasan, atau kesempurnaan. Sekalipun tidak sempurna, paragraf yang terdiri satu kalimat dapat digunakan. Paragraf satu kalimat ini dapat dipakai sebagai peralihan antarparagraf, sekaligus memperbesar efek dinamika bahasa. Akan tetapi, sebagai kesatuan gagasan menjadi suatu bentuk ide yang utuh dan lengkap. Paragraf hendaklah dibangun dengan sekelompok kalimat yang baling berkaitan dan mengembangkan satu gagasan.”[3]
Dari pengertian-pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang umumnya merupakan gabungan dari beberapa kalimat, namun dalam praktiknya kadang-kadang paragraf hanya terdiri dari satu kalimat. Walupun hal itu memang dimungkinkan, paragraf yang seperti itu (satu kalimat) kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi.[4]
Paragraf atau alinea dimaksudkan untuk memudahkan pengertian dan pemahaman pembaca. Pembaca dapat mengikuti tahap dami tahap maksud penulis. Hal itu karen setiap alinea mengandung satu gagasan pokok.[5] Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraf, yang perlu diperhatikan adalah adanya kesatuan dan kepaduan. Paragraf dimulai dengan spasi kira-kira ketukan atau dimulai pada margin kiri tanpa spasi lima ketukan, tetapi diberi jarak lebih antarparagrafnya.[6] Untuk ukuran panjang dan pendeknya paragraf tidak dibatasi, paragraf yang telalu pendek (misalnya 1-3 kalimat) biasanya kurang dikembangakan. Sebaliknya, paragraf yang terlalu panjang dapat menyababkan kalimat yang terlepas dari gagasan pokoknya.[7]
2.      Syarat-syarat Paragraf
Suatu kalimat dapat dikatakan paragraf jika memenuhi syarat-syarat sebuah paragraf. Mila dalam bukunya yang berjudul "Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi" mengatakan dua syarat suatu kalimat dapat disebut paragraf yaitu:
a.    Kesatuan
Sebuah alinea dikatakan sebuah kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok atau gagasan pokok.[8] Kalimat-kalimat di dalam suatu paragraf disusun secara artinya, tidak ada penjelasan yang saling bertentangan dengan gagasan pokok.[9] Jadi, prinsip kesatuan ide atau pikiran ini menjadi sangat penting untuk menjadikan kostruksi paragraf yang benar-benar efektif dan padu makna.[10]
b.      Kepaduan (koherensi)
Sebagaimana perlunya kepaduan dalam kalimat efektif, dalam paragraf atau alinea juga diperlukan. Kepaduan alinea akan terwujud jika kalimat dalam alinea disusun secara logis. Untuk itu, repitisi kata (pengulangan kata), frasa dan kata ganti perlu diperhatikan. Repitisi atau kata pengulangan yang  sering digunakan antara lain: sebaliknya, sesudah itu, akan tetapi, maka dll.
Dalam bukunya, Djoko Widagdho menambahkan satu syarat lagi, yaitu perkembangan alinea atau paragraf. Sebagaimana dia mengatakan:
"...perkembangan alinea harus dijaga agar jangan sampai mengembang kesuatu arah yang tidak relevan untuk menjelaskan gagasan pokok. Misalnya alinea dimulai dengan kalimat inti yang menyebutkan gagasan pokok yang hendak disampaikan. Maka perkembangannya tidak boleh tidak, harus menjelaskan gagasan pokok tadi dalam kalimat-kalimat berikutnya, dengan selalu berpegeng pada prinsip kesatuan dan koherensi."[11]
Selanjutnya, Sri Hapsari Wijayanti dkk. Dalam bukunya "Bahasa Indonesia Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah" menambahkan tiga syarat lagi suatu kalimat dikatakan paragraf.[12] Yaitu:
a.       Kelengkapan
Paragraf atau alinea perlu dikembangkan dengan kalimat-kalimat penjelas yang menunjang gagasan pokok atau kalimat topik. Maksudnya, jangan dikembangkan atau diperluas hanya mengulang-ulang gagasan pokok kalimat sebelumnya. Karena itu, penulis hendaknya menyampaikan informasi secar lengkap agar pembaca mampu memahami maksud penulis.
b.      Keberurutan
Keberurutan berkaitan dengan bagaimana informasi ditulis sesuai dengan gaya penulisan mulai yang umum digunakan untuk menjelaskan gagasan pokok adalah umum ke khusus atau khusus ke umum.
c.       Konsistensi Sudut Pandang
Cara penulis menempatkan diri dalam tulisan disebut sebagai sudut pandang. Jika penulis menggunakan sudut pandang orang pertama maka penulis harus konsisten dengan sudut pandang tersebut.
Dari syarat-syarat sebuah paragraf yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa syarat sebuah kalimat dikatakan paragraf adalah kesatuan, kepaduan, dan konsistensi sudut pandang. Adapun syarat perkembangan alinea yang dikemukakan oleh Djoko Widagdho sejatinya sudah masuk dalam syarat koherensi yang dikemukakan Mila dan Sri Hapsari Wijayanti dkk. Sedangkan syarat kelengkapan bukan menjadi sebuah syarat utama dalam sebuah kalimat untuk dapat dikatakan paragraf. Untuk syarat keberurutan, sebenarnya sudah masuk dalam syarat kepaduan atau koherensi.
3.      Unsur-unsur Paragraf
a.       Gagasan pokok, gagasan ini merupakan jiwa dari paragraf yang berisi ide dasar masalah yang dibicarakan.
b.      Kalimat Topik, merupakan kalimat yang mengandung gagasan pokok di dalam sebuah paragraf.
c.       Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang menjelaskan atau dikembangkan dari gagasan pokok.[13]     

B.   Macam-macam Paragraf

Macam-macam paragraf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu menurut posisi kalimat topiknya, menurut sifat isinya, dan menurut fungsinya.
1.      Menurut posisi kalimat topiknya
a.       Deduktif, yaitu paragraf yang letak kalimat topiknya di awal paragraf.
b.      Induktif, yaitu paragraf yang letak kalimat topiknya di akhir paragraf.
c.       Deduktif-induktif, yaitu pola paragraf yang kalimat utamanya atau topik utama terletak di awal dan di akhir paragraf. Kalimat pada akhir paragraf umumnya menegaskan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal paragraf .
2.      Menurut sifat isinya
a.       Paragraf Persuasif, adalah paragraf atau alinea yang mempromosikan sesuatu dengan cara mempengarauhi atau mengajak.
b.      Paragraf Argumentatif, merupakan jenis paragraf atau alinea yang membahas dengan bukti-bukti atau alasan yang mendukung.
c.       Paragraf Naratif, adalah paragraf atau alinea yang menggambarkan suatu peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita.
d.      Paragraf Deskriptif, yaitu jenis paragaraf yang melukiskan sesuatu.
e.       Paragraf Ekspositoris, yaitu paragraf yang memaparkan suatu fakta atau kejadian tertentu.
3.      Menurut funginya
a.       Paragraf Pembuka, adalah paragraf yang bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan.
b.      Paragraf Pengembang, adalah paragraf yang bertujuan mengembangkan topik atau pokok pembicaraan yang sebelumnya telah dirumuskan dalam paragraf pembuka.
c.       Paragraf Penutup, merupakan paragraf yang berisi kesimpulan dari suah karangan.

C.   Fungsi Paragraf

Selain fungsi Paragraf berkaitan dengan segi keindahan karangan itu, pembagian per paragraf ini juga memiliki beberapa fungsi lain, sebagai berikut:
1.      Alat untuk memudahkan pernbaca memahami jalan pikiran penulisnya
2.      Penanda bahwa pikiran baru dimulai,
3.      Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis
4.      Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berguna bagi pengantar, transisi, dan penutup.[14]
5.      Mengekspresika gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam kesatuan.[15]
6.      Untuk memisah bagian uraian, penulis dapat secara jelas memperlihatkan langkah atau gerakan pikiran dari satu tahap ke tahap lain. Ditinjau dari segi pembaca, hal ini memudahlan mereka berhenti lebih lama dari perhentian akhir kalimat.[16]
Itulah enam fungsi dari paragraf yang akan membuat suatu karangan atau karya tulis menjadi lebih baik dan benar sesuai aturan.

BAB III

PENUTUP


A.   Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang hakikat paragraf. Dari uarian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1.    Hakikat Paragraf
a.       paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang umumnya merupakan gabungan dari beberapa kalimat, namun dalam praktiknya kadang-kadang paragraf hanya terdiri dari satu kalimat. Walupun hal itu memang dimungkinkan, paragraf yang seperti itu (satu kalimat) kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi.
b.      syarat-syarat sebuah paragraf yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa syarat sebuah kalimat dikatakan paragraf adalah kesatuan, kepaduan, dan konsistensi sudut pandang.
c.       unsur-unsur paragraf adalah gagasan pokok, topik kalimat dan kalimat penjelas.
2.    Macam-macam paragraf
a.       Menurut posisi kalimat topiknya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu induktif, deduktif dan deduktif-induktif.
b.       Menurut sifat isinya, paragraf dapat dibedakan menjadi lima, yaitu persuasif, argumentatif, naratif, deskriptif dan ekspositoris.
c.       Menurut fungsinya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pembuaka, penjelas dan penutup.
3.    Salah satu fungsi paragraf adalah Untuk memisah bagian uraian, penulis dapat secara jelas memperlihatkan langkah atau gerakan pikiran dari satu tahap ke tahap lain. Ditinjau dari segi pembaca, hal ini memudahlan mereka berhenti lebih lama dari perhentian akhir kalimat.

B.  Saran

Dari pembahasan hakikat paragraf dalam makalah ini, kami selaku penulis berharap hal ini dapat diterapkan dalam menulis sebuah karya tulis. Kami selaku penulis juga menyadari dalam pembahsan maupun penulisan terdapat banyak kesalahan, sehingga kritik dan saran sangat kami harapkan dari semuanya. Semoga karya yang sederhana ini dapat bermanfaat khususnya bagi diri penulis dan bagi para pecinta ilmu pengetahuan pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA


A. Buku

R. Kunjana Rahardi, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Jakarta: Erlangga, 2009, h. 101.
Siti Muawanah, Bahan Ajar Bahasa Indonesia jurusan Syariah, Palangka Raya: STAIN, 2012, h. 122.
Mila, Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Yogyakarta: Kanwa Publisher, 2011, h. 87.
Djoko Widagdho, Bahasa Indinesia: Pengantar Kemahiran Berbahasa diperguruan Tinggi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1997, h. 83.
Sri Hapsari Wijayanti, dkk., Bahasa Indonesia: Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah, Jakarata: Rajawali Pers, 2013, h. 97.

B.  Internet

Anonim, Makalah Tentang Paragraf, wordPress.com, diakses pada tanggal 05 Maret 2015 pukul 10:00 WIB.
Alex dan Ahmad H. P., Bahasa Indonesia unuk Perguruan Tinggi, Jakarta: Kencana, 2011, h. 209.
Anonim, Fungsi dan Tujuan Paragraf, http://dewanku02.blogspot.com, diakses pada tanggal 06 Maret 2015 pukul 10:19 WIB.





[1]R. Kunjana Rahardi, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Jakarta: Erlangga, 2009, h. 101.
[2]Ibid., h.101.
[3]Siti Muawanah, Bahan Ajar Bahasa Indonesia jurusan Syariah, Palangka Raya: STAIN, 2012, h. 122.
[4]Mila, Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Yogyakarta: Kanwa Publisher, 2011, h. 87.
[5]Djoko Widagdho, Bahasa Indinesia: Pengantar Kemahiran Berbahasa diperguruan Tinggi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1997, h. 83.
[6]Sri Hapsari Wijayanti, dkk., Bahasa Indonesia: Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah, Jakarata: Rajawali Pers, 2013, h. 97.
[7]Ibid., h. 98.
[8]Mila, Pembelajaran Bahasa Indonesia..., h. 90.
[9]Sri Hapsari Wijayanti, dkk., Bahasa Indonesia: Penulisan..., h. 98.
[10]R. Kunjana Rahardi, Bahasa Indonesia untuk..., h. 117.
[11]Djoko Widagdho, Bahasa Indonesia: Pengantar..., h. 87.
[12]Sri Hapsari Wijayanti, dkk., Bahasa Indonesia: Penulisan..., h. 100-101.
[13]Ibid., h. 101-107.
[14]Anonim, Makalah Tentang Paragraf, wordPress.com, diakses pada tanggal 05 Maret 2015 pukul 10:00 WIB.
[15]Alex dan Ahmad H. P., Bahasa Indonesia unuk Perguruan Tinggi, Jakarta: Kencana, 2011, h. 209.
[16]Anonim, Fungsi dan Tujuan Paragraf, http://dewanku02.blogspot.com, diakses pada tanggal 06 Maret 2015 pukul 10:19 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar